Sabtu, 05 Oktober 2013

Puisi - Syukur


“Cinta untuk Ayah”



Kulihat wajah yang selalu tersenyum
Bermodal kaki menari rezeki
Berpanas wajah demi buah hati
Berjuang demi sesuap nasi


Ayah…
Begitu besar pengorbananmu
Begitu besar cintamu untukku
Tanpa mengharap sedikitpun balasku


Tuhan…
Engkau telah memberikan ayah yang begitu sempurna
Sampaikan bersar cintaku untuknya
Aku kan berjuang membahagiakannya kelak

Artikel Deduktif & Induktif

1.     Artikel dalam bentuk paragraf deduktif



Meningkatnya Inflasi Taun 2013


Tingginya tingkat inflasi dari bulan Juli 2013 disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kenaikan harga pangan atau sembako dan juga kenaikan biaya tranportasi. Kenaikan harga pangan meliputi naiknya harga bawang, cabai, dan juga harga daging yang melonjak tinggi. Sedangkan kenaikan biaya transportasi disebabkan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa bulan lalu.
          Kenaikan Inflasi tersebut memberikan dampak buruk terhadap sektor indstri. Beberapa industri di Indonesia masih bergantung pada penggunaan bahan baku impor dan menggunakan mesin-mesin produksi yang diimpor dari luar negeri. Karena menggunakan bahan atau mesin impor, maka barang hasil produksi tersebut dijual dengan harga mahal kepada masyarakat.
          Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, harusnya pengguna BBM bersubsidi berkurang. Sehingga pemerintah bisa memperkecil impor BBM dan mengurangi dampak dari inflasi impor. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat kalangan menengah keatas tidak malu untuk menggunakan BBM bersubsidi untuk mobil mewah yang dimilikinya.
          Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah berupaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan menjalankan kebijakan moneter, seperti dengan  menaikkan tingkat suku bunga. Tetapi lebih baik jika diatasi dengan meningkatkan daya saing dan kualitas produk dalam negeri. Sehingga masyarakat bisa mengurangi impor dan mampu mengurangi efek buruk dari inflasi impor.



2.     Artikel dalam bentuk paragraph induktif



Meningkatnya Inflasi Taun 2013


          Belum lama ini pemerintah memperkecil subsidinya terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM), seingga terjadi kenaikan harga terhadap BBM bersubsidi. Harusnya dengan kenaikan harga tersebut, pengguna BBM bersubsidi berkurang. Sehingga pemerintah bisa memperkecil impor BBM. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat kalangan menengah keatas tidak malu untuk menggunakan BBM bersubsidi untuk mobil mewah yang dimilikinya.
Sedangkan saat ini sektor industri juga menghadapi masalah produksi. Beberapa industri di Indonesia masih bergantung pada penggunaan bahan baku impor dan menggunakan mesin-mesin produksi yang diimpor dari luar negeri. Hal ini akan menyebabkan peningkatan biaya produksi bila terjadi kenaikan harga pada barang yang diimpor tersebut. Belum lagi tingginya biaya roduksi yang diakibatnya dari naiknya biaya transportasi. Dengan demikian masyarakat juga terkena dampaknya karena akan terjadi kenaikan harga pada barang-barang hasil produksi.
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah berupaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan menjalankan kebijakan moneter, seperti dengan  menaikkan tingkat suku bunga. Tetapi lebih baik jika diatasi dengan meningkatkan daya saing dan kualitas produk dalam negeri. Sehingga masyarakat bisa mengurangi impor dan lebih mencintai produk dalam negeri hasil anak bangsa Indonesia.

Naiknya biaya transportasi dan juga naiknya harga pangan itulah yang menjadi faktor tingginya inflasi di tahun 2013 ini. Untuk sementara peningkatan suku bunga akan mengatasi masalah inflasi. Tetapi jika impor bisa dikurangi maka akan memberikan dampak positif, dengan demikian inflasi impor juga akan dapat dihindari.