1. Artikel
dalam bentuk paragraf deduktif
Meningkatnya Inflasi Taun 2013
Tingginya
tingkat inflasi dari bulan Juli 2013 disebabkan oleh beberapa faktor, seperti
kenaikan harga pangan atau sembako dan juga kenaikan biaya tranportasi.
Kenaikan harga pangan meliputi naiknya harga bawang, cabai, dan juga harga
daging yang melonjak tinggi. Sedangkan kenaikan biaya transportasi disebabkan
naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa bulan lalu.
Kenaikan Inflasi tersebut memberikan
dampak buruk terhadap sektor indstri. Beberapa industri di Indonesia masih
bergantung pada penggunaan bahan baku impor dan menggunakan mesin-mesin
produksi yang diimpor dari luar negeri. Karena menggunakan bahan atau mesin
impor, maka barang hasil produksi tersebut dijual dengan harga mahal kepada
masyarakat.
Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi,
harusnya pengguna BBM bersubsidi berkurang. Sehingga pemerintah bisa
memperkecil impor BBM dan mengurangi dampak dari inflasi impor. Tapi sayangnya
masih banyak masyarakat kalangan menengah keatas tidak malu untuk menggunakan
BBM bersubsidi untuk mobil mewah yang dimilikinya.
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah
berupaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan menjalankan kebijakan moneter,
seperti dengan menaikkan tingkat suku
bunga. Tetapi lebih baik jika diatasi dengan meningkatkan daya saing dan
kualitas produk dalam negeri. Sehingga masyarakat bisa mengurangi impor dan
mampu mengurangi efek buruk dari inflasi impor.
2. Artikel
dalam bentuk paragraph induktif
Meningkatnya Inflasi Taun 2013
Belum
lama ini pemerintah memperkecil subsidinya terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM),
seingga terjadi kenaikan harga terhadap BBM bersubsidi. Harusnya dengan
kenaikan harga tersebut, pengguna BBM bersubsidi berkurang. Sehingga pemerintah
bisa memperkecil impor BBM. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat kalangan
menengah keatas tidak malu untuk menggunakan BBM bersubsidi untuk mobil mewah
yang dimilikinya.
Sedangkan
saat ini sektor industri juga menghadapi masalah produksi. Beberapa industri di
Indonesia masih bergantung pada penggunaan bahan baku impor dan menggunakan
mesin-mesin produksi yang diimpor dari luar negeri. Hal ini akan menyebabkan
peningkatan biaya produksi bila terjadi kenaikan harga pada barang yang diimpor
tersebut. Belum lagi tingginya biaya roduksi yang diakibatnya dari naiknya
biaya transportasi. Dengan demikian masyarakat juga terkena dampaknya karena
akan terjadi kenaikan harga pada barang-barang hasil produksi.
Pemerintah
dan Bank Indonesia (BI) sudah berupaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan
menjalankan kebijakan moneter, seperti dengan
menaikkan tingkat suku bunga. Tetapi lebih baik jika diatasi dengan
meningkatkan daya saing dan kualitas produk dalam negeri. Sehingga masyarakat
bisa mengurangi impor dan lebih mencintai produk dalam negeri hasil anak bangsa
Indonesia.
Naiknya
biaya transportasi dan juga naiknya harga pangan itulah yang menjadi faktor
tingginya inflasi di tahun 2013 ini. Untuk sementara peningkatan suku bunga
akan mengatasi masalah inflasi. Tetapi jika impor bisa dikurangi maka akan memberikan
dampak positif, dengan demikian inflasi impor juga akan dapat dihindari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar