Minggu, 10 November 2013

MENINGKATNYA INFLASI TAHUN 2013

Artikel dalam bentuk paragraf induktif (REVISI)

        Belum lama ini pemerintah memperkecil subsidinya terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM), seingga terjadi kenaikan harga terhadap BBM bersubsidi. Harusnya dengan kenaikan harga tersebut, pengguna BBM bersubsidi berkurang. Sehingga pemerintah bisa memperkecil impor BBM. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat kalangan menengah keatas tidak malu untuk menggunakan BBM bersubsidi untuk mobil mewah yang dimilikinya.
Sedangkan saat ini sektor industri juga menghadapi masalah produksi. Beberapa industri di Indonesia masih bergantung pada penggunaan bahan baku impor dan menggunakan mesin-mesin produksi yang diimpor dari luar negeri. Hal ini akan menyebabkan peningkatan biaya produksi bila terjadi kenaikan harga pada barang yang diimpor tersebut. Belum lagi tingginya biaya roduksi yang diakibatnya dari naiknya biaya transportasi. Dengan demikian masyarakat juga terkena dampaknya karena akan terjadi kenaikan harga pada barang-barang hasil produksi.
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah berupaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan menjalankan empat paket kebijakan penyelamatan ekonomi, yaitu perbaikan neraca transaksi perjalanan dan menjaga nilai tukar rupiah, pemberian insentif, dan menjaga daya beli masyarakat serta menjaga tingkat inflasi. Masyarakat juga harus berupaya untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk dalam negeri. Sehingga masyarakat bisa mengurangi impor dan mampu mengurangi efek buruk dari inflasi impor.
Naiknya biaya transportasi dan juga naiknya harga pangan itulah yang menjadi faktor tingginya inflasi di tahun 2013 ini. Badan Pusat Statistik melansir inflasi Juli sebesar 3,29 persen atau 8,61 persen secara year on year. Level ini lebih tinggi dari perkiraan BI yakni 2,87 persen.


SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar